Seri ke-14 Fiqih Keseharian
Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Tanya:
Saya ingin mengajukan masalah yang mungkin Bapak dapat memberi penjelasan, yaitu:
Bagaimana cara berdoa yang baik? Haruskah kita utarakan semua yang kita inginkan? Dan apakah harus diucapkan? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Saya ingin mengajukan masalah yang mungkin Bapak dapat memberi penjelasan, yaitu:
Bagaimana cara berdoa yang baik? Haruskah kita utarakan semua yang kita inginkan? Dan apakah harus diucapkan? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
M.D.
Wonosobo
Wonosobo
Jawab:
Saya akan langsung menjawab pertanyaan Anda:
Doa yang baik adalah doa yang memenuhi syarat berdoa dan sesuai etikanya.Di samping itu, waktu berdoa perlu dicari yang mustajab (misalnya habis salat, hari Jumat, saat antara azan dan ikamat, dan tengah malam). Orang yang berdoa makanannya mesti halal, dalam keadaan suci, berdoa dengan menghadap kiblat, benar-benar mantheng (konsentrasi), sepenuh hati, yakin pasti dikabulkan, dan tidak meminta hal-hal yang mustahil.
Saya akan langsung menjawab pertanyaan Anda:
Doa yang baik adalah doa yang memenuhi syarat berdoa dan sesuai etikanya.Di samping itu, waktu berdoa perlu dicari yang mustajab (misalnya habis salat, hari Jumat, saat antara azan dan ikamat, dan tengah malam). Orang yang berdoa makanannya mesti halal, dalam keadaan suci, berdoa dengan menghadap kiblat, benar-benar mantheng (konsentrasi), sepenuh hati, yakin pasti dikabulkan, dan tidak meminta hal-hal yang mustahil.
Utarakan semua permohonan Anda dengan suara yang lirih khusuk, jangan terlalu keras tapi jangan pula terlalu berbisik. Sedang-sedanglah!
Demikian. Wallaahu A'lam.
Tanya:
Untuk menghilangkan keragu-raguan, saya ingin menanyakan sebagai berikut: Soal bacaan "A'uudzubillaahi minasysyaithaanirrajiim", apakah dibaca wajib berulangkali atau hanya sekali (misalnya waktu kita bertahlil)?
Untuk menghilangkan keragu-raguan, saya ingin menanyakan sebagai berikut: Soal bacaan "A'uudzubillaahi minasysyaithaanirrajiim", apakah dibaca wajib berulangkali atau hanya sekali (misalnya waktu kita bertahlil)?
Heru
Jombang
Jombang
Jawab:
Membaca "ta'awwudz" cukup sekali pada saat akan membaca Al-Quran atau merasa digoda setan. Firman Allah Swt.:
Membaca "ta'awwudz" cukup sekali pada saat akan membaca Al-Quran atau merasa digoda setan. Firman Allah Swt.:
"Apabila kamu membaca Al-Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." (QS 16. An-Nahl: 98)
"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS 7. Al-A'raaf: 200)
"Dan jika setan menggangguimu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS 41. Fushshilat: 36)

0 comments:
Posting Komentar