Home » » ZIKIR Menggunakan TASBIH

ZIKIR Menggunakan TASBIH

Posted by Lentera Hati Manusia adalah Qolbu on Rabu, 04 Mei 2011



Seri ke-16 Fiqih Keseharian
Oleh KH. A. Mustofa Bisri
 
Tanya:
Pak Mus, saya sering melihat terutama di mesjid atau mushalla, orang berzikir dengan menggunakan tasbih. Tapi ada juga yang menggunakan jari-jarinya. Pertanyaannya:
  1. Apakah memang ada dalilnya orang berzikir menggunakan tasbih?
  2. Mana yang lebih afdal berzikir menggunakan tasbih ataukah menggunakan jari-jari tangan? Bagaimana pula dengan berzikir yang tidak menggunakan tasbih atau jari-jari tangan?
Mohon dijelaskan sejelas-jelasnya, sebelumnya saya sampaikan terima kasih.
 
Ngadiono
Ungaran
 
Jawab:
Wah, Anda ini bagaiman? Tasbih itu 'kan sudah digunakan orang sekian lamanya kok sekarang baru Anda tanyakan. Tapi baiklah, asal Anda terus berzikir kepada Allah saja. Akan saya jawab pertanyaan Anda.
  1. Tasbih yang dalam bahasa Arab disebut subhah atau misbahah, dalam bentuknya yang sekarang (untaian manik-manik), memang merupakan produk "baru". Sesuai namanya, tasbih digunakan untuk menghitung bacaan tasbih (Subhaanallah), tahlil (Laa ilaaha illallaah), dan sebagainya.

    Pada zaman Rasulullah Saw. untuk menghitung bacaan dalam berdzikir digunakan jari-jari tangan , kerikil-kerikil, biji-biji kurma, atau tali-tali yang disimpul-simpul. Seperti diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah, Abu Daud, at-Turmudzi, an-Nasai, shahabat Ibn Umar berkata:


    "Pernah kulihat Nabi Saw. menghitung bacaan tasbih dengan tangan kanannya"


    Rasulullah Saw. juga pernah menganjurkan para wanita untuk bertasbih dan bertahlil serta menghitungnya dengan jari-jari, sebagaimana hadis dikeluarkan oleh Ibn Syaibah, Abu Daud, at-Turmudzi, dan al-Hakim sebagai berikut:


    "Wajib atas kalian untuk membaca tasbih, tahlil, dan tahdis. Dan ikatlah (hitunglah bacaan-bacaan itu) dengan jari-jemari, karena sesungguhnya jari-jari itu akan ditanya untuk diperiksa. Janganlah kalian lalai, (jikalau kalian lalai) pasti dilupakan dari rahmat (Allah)."

    Shahabat Abu Hurairah r.a. bila bertasbih menggunakan tali yang disimpul-simpul konon sampai seribu simpul. Shahabat Sa'd bin Abi Waqqaash r.a. diriwayatkan kalau bertasbih menggunakan kerikil-kerikil atau biji-biji kurma. Demikian pula Shahabat Abu Dzarr dan beberapa shahabat lainnya.

    Sedangkan tasbih dalam bentuknya yang sekarang hanyalah merupakan perkembangan alat-alat bantu tersebut.
  2. Memang ada sementara ulama yang berpendapat bahwa menggunakan jari-jemari lebih utama daripada menggunakan tasbih. Pendapat ini didasarkan atas hadis Ibn Umar yang sudah disebutkan di atas.

    Namun dari segi maknanya (untuk sarana menghitung), saya pikir kedua cara itu tidak berbeda. Dari sisi lain, selain untuk menghitung tasbih dan tahlil, sebenarnya tasbih mempunyai manfaat utamanya bagi kita yang sibuk di zaman sibuk ini. Dengan membawa tasbih, seperti kebiasaan orang-orang Timur Tengah (di sana tasbih merupakan asesori macam cincin dan kacamata saja), sebenarnya kita bisa selalu atau sewaktu-waktu diingatkan untuk berdzikir mengingat Allah.

    Artinya, setiap kali kita diingatkan bahwa yang ada di tangan kita adalah alat untuk berdzikir, maka besar kemungkinan kita pun lalu berdzikir.
Wallaahu A'lam. Dan selamat berzikir. []


0 comments:

Posting Komentar

.comment-content a {display: none;}