Home » » Keutamaan Ilmu

Keutamaan Ilmu

Posted by Lentera Hati Manusia adalah Qolbu on Selasa, 12 April 2011

Pengajian: Keutamaan Ilmu

Allah berfirman dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي
الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا
فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ
أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu,
‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah,
niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan,
‘Berdirilah kamu, maka berdirilah’, niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Khalifah Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu
dibanding harta, yaitu:
• Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari
Fir’aun, Qarun, dan lain-lain.
• Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta
dijaga oleh orang yang mempunyainya.
• Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang
berharta mempunyai banyak lawan.
• Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan
harta bila diberikan akan berkurang.
• Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain. Sedangkan
hartawan sering dipanggil bakhil, kikir, dan lain-lain.
• Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan
pemilik harta akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.
• Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila
disimpan akan usang dan lapuk.
• Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu
dijaga dari kejahatan.
• Ilmu tidak memerlukan tempat, sementara harta memerlukan tempat.
• Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram,
sedangkan harta akan mengeraskan setiap hati manusia.
Itulah sepuluh kelebihan ilmu dibanding harta

Menurut ayat diatas, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang
beriman dan berilmu pengetahuan beberapa tingkat. Oleh karenanya Allah
menyuruh manusia berpikir menggali ilmu pengetahuan, membentuk majelis
ta’lim, membaca ayat-ayat Allah, baik ayat yang tertulis maupun yang
tercipta yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah misalnya langit, bumi,
gunung, bintang, dll.
Nasihat yang disampaikan khalifah Ali bin Abi Thalib menegaskan kepada
kita bahwa ilmu lebih mulia dari pada harta, dalam mencari harta kita
boleh jadi merugi, akan tetapi sejauh mana pun kita mencari ilmu tidak
akan pernah ada istilah merugi.
Iqra’ bismirobbikalladzii khalaq, (bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan), surat Al-‘Alaq ayat 1 memerintahkan kepada kita untuk
membaca ayat-ayat Allah, memerintahkan kita untuk mencari ilmu, hukumnya
adalah wajib bagi setiap muslim, baik itu ilmu agama atau pun ilmu
pengetahuan. Ilmu juga akan menambah keimanan kita, semakin dalam ilmu
yang kita gali maka akan semakin bertambah pula keimanan kita.
Sebuah penemuan besar di abad ini bahwa seluruh alam raya ini yang terdiri
dari langit, bumi, bintang, galaksi, semuanya diciptakan Allah dari suatu
titik tunggal yang sangat kecil tetapi mempunyai kepadatan tak terbatas.
Karena sangat kecilnya titik ini, ilmu pengetahuan menggambarkannya dengan
konsep ketiadaan. Kemudian para ilmuwan meyakini bahwa titik tunggal ini
diledakkan, melemparkan semua material ke segala arah dan terciptalah
suatu sistem alam semesta ini yang terdiri dari bumi, bintang dan seluruh
galaksi. Ini adalah teori terakhir tentang terciptanya alam semesta yang
diyakini oleh para ilmuwan. Dan sebenarnya, teori yang diyakini ini telah
disebutkan Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 30 yang
artinya,

“Dan apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan
antara keduanya. Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa awal-mulanya langit dan bumi adalah dari
sesuatu yang padu, padu di sini artinya adalah satu titik tunggal yang
telah diyakini sebagai asal muasal alam semesta. Kemudian Allah memisahkan
antara keduanya (yaitu langit dan bumi), maksudnya dipisahkannya
masing-masing bagian dari suatu yang padu ini oleh suatu ledakan dahsyat
melemparkan material-material menjadi bintang, bumi, dan langit sebagai
ruang kosong di antaranya.

Ini adalah sebuah contoh bahwa dengan mencari ilmu maka keimanan kita
kepada Allah, keimanan kepada Malaikat, kepada ayat-ayat Al-Qur’an,
kepada para Rasul, kepada hari akhir, dan iman kepada takdir insya Allah
akan bertambah dan terus bertambah.
Seorang pelajar jika ia berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan ilmu di
sekolahnya, belajar matematika, ilmu pengetahuan alam maupun sosial dengan
sungguh-sungguh, maka insya Allah dia termasuk salah seorang ahli dzikir.
Dan jika kita selalu menghidupkan majelis-majelis ta’lim maka insya
Allah akan tercatatlah sebagai calon-calon penghuni surga sebagaimana
sabda Rasulullah SAW,

Dari Abu Hurairah RA, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda,
‘Barangsiapa yang menempuh suatu jalan bepergian mencari ilmu,
niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.’”

Oleh Ustadz Sykran Makmun



0 comments:

Posting Komentar

.comment-content a {display: none;}