Home »
» GAJAH ABRAHAH DAN KONDISI LINGKUNGAN MEKKAH
Fiqih Keseharian, Seri ke-6
Oleh KH. A. Mustofa Bisri
Tanya:
Dalam surah Al-Fiil diriwayatkan tentang serbuan tentara gajah yang dipimpin oleh Abrahah untuk menghancurkan ka'bah.
Pertanyaannya adalah, jika dilihat pada masa sekarang daerah Arab (Mekkah) adalah daerah padang pasir, dan onta adalah kendaraan yang paling layak untuk medan tersebut. Sedangkan Abrahah menggunakan gajah pada waktu itu: Apakah gajah tahan terhadap lingkungan padang pasir? Jika tidak, bagaimana jika ditinjau dari sejarah lingkungan Mekkah pada saat itu hinggah gajah adalah pilihan kendaraan yang digunakan oleh Abrahah?
Nama dan alamat pada Redaksi
Jawab:
Aneh-aneh saja Anda ini. Gajah yang menggunakan Abraha kok saya yang ditanya. Tapi untuk tidak mengecewakan Anda, akan saya tanggapi pertanyaan Anda.
Pertama, surah Al-Fiil seperti yang Anda tahung, mengingatkan tentang kekuasaan dan apa yang telah diperbuat oleh Allah terhadap pasukan bergajah (Abrahah cs).
Gajah (Latin: Elephas indicus: Elephas maxinus) termasuk binatang kuno yang menurut tembang pucung kita memang ingon-ingone (peliharaan) sang bupati, binatang peliharaan raja.
Barangkali karena tubuhnya yang besar dan penampilan serta perangainya yang sangar, banyak raja ---manusia paling berkuasa di negerinya--- yang menjadikannya sebagai piaraan dan kendaraannya untuk menambah atribut kebesarannya. Raja yang bergajah tentu kelihatan lebih gagah dari raja yang berkuda atau beronta, apalagi raja yang berkeledai. Demikian pula pasukannya. Pasukan bergajah tentu dianggap lebih berwibawa dan menakutkan katimbang misalnya sekedar pasukan berkuda atau beronta yang sudah biasa ketika itu. Apalagi jika yang diserang adalah daerah yang belum banyak mengenal gajah, tentu akan lebih berpengaruh paling tidak secara psikologis. (Ingat saja pesawat dan alat-alat tempur baru yang digunakan sekutu untuk mennghancurkan Irak).
Dalam perang Al-Jisr, Persi juga mengerahkan banyak gajah untuk menakut-nakuti pasukan muslimin, terutama kuda-kudanya. Dalam kisah-kisah perwayangan, Anda pun tentu menjumpai banyak raja yang menggunakan gajah dalam peperangannya.
Abrahah, si raja dari sebelah selatan jaizarh Arab itu, boleh jadi memang mengimport gajah dari tetangganya Afrika. Tapi pastilah pertimbangan utamanya ya itu tadi, untuk menambah kesan kebesarannya dan untuk memberi kejutan yang menakutkan kepada orang-orang Quraisy, tanpa mempertimbangkan cocok atau tidak cocoknya dengan lingkungan daerah yang diserang.
Ah, Anda ini. Kalau semuanya dipertimbangkan cocok tidaknya dengan lingkungan; lha apa Anda kira pakaian jas-dasi misalnya, itu cocok untuk kita di lingkungan tropis ini? Mesjid yang berkubah apa cocok dengan lingkungan rumah joglo kita? Naik mobil mewah untuk turba ke desa-desa apa ya cocok? Dan seterusnya...
Oke ya!
0 comments:
Posting Komentar